Perbandingan Sistem Operasi

31 March 2009
By Mumyls

Port terbuka. Belum ada yang bersalah.
Begitu terinstalasi, semua sistem operasi sudah terproteksi dalam jaringan. MacOS dan Ubuntu sejak awal tidak menjalankan satu pun layanan jaringan sehingga tidak menyediakan titik serang bagi para hacker. Ini terbukti dalam tes. Meskipun keduanya dijalankan tanpa firewall, tidak dapat menemukan port yang terbuka melalui Internet.

Kejutan!
Pada Vista dan XP tidak ada indikasi ketidakamanan. Sistem operasi dari Microsoft ini menjalankan berbagai layanan jaringan setelah start, tetapi tidak berbahaya. Ini karena XP+SP2 dan Vista secara otomatis mengaktifkan firewall terintegrasinya. Dengan demikian, layanan jaringan berfungsi, tetapi tidak dapat diakses dari luar—tertutup bagi para penyerang. Pemeriksaan dengan port-scanner Nmap menjadi alibi pendukungnya.

Ketika sebuah malware berhasil menyusup ke dalam sistem, komunikasi dengan sumber malware harus diputuskan. Ketika kami ingin mengetahui apakah sistem operasi menawarkan proteksi ini atau tidak. Ternyata, tak satu pun. Pada tes kebocoran yang jalankan untuk Windows, Linux, dan MacOS, tidak ada komunikasi yang diblokir. Artinya, bila firewall berhasil diatasi dari dalam, proteksi tidak lagi berguna. Untungnya, Anda masih dapat menambahkan firewall pada Windows, misalnya dengan ZoneAlarm versi komersial dari www.zonealarm.com.

Web-browser
Karena sistem operasi hampir tidak menyediakan bidang serang dari luar, perhatian hacker beralih ke aplikasi yang tidak aman. Sasaran nomor satu adalah Internet Explorer. Dalam skenario serangan yang umum, pengguna dipancing ke sebuah website yang memanfaatkan celah keamanan IE dan plugins-nya. Safari dan Firefox memang memiliki celah, tetapi hampir tidak digunakan oleh hacker karena lebih dari 70% pengguna berselancar dengan browser Microsoft yang terintegrasi dalam sistem. Serangan akan lebih menguntungkan jika sasarannya banyak.

Jadi, para mafia Internet lebih fokus pada IE. Fakta ini lebih penting daripada jumlah dan kritisnya celah keamanan dalam berbagai browser. Hal yang paling menentukan adalah, secepat apa Microsoft menangkal serangan pada browsernya? Updates. Untuk mengujinya, kami melepaskan virus-virus terbaru Proof-of-Concept pada Windows dan IE. Tanpa hasil! Selama fungsi update otomatis dapat menginstalasi patch, tidak ada serangan yang berhasil.

Microsoft rata-rata membutuhkan waktu 18 hari untuk menutup sebuah celah. Apple rata-rata memerlukan 43 hari sebelum tersedianya sebuah software-update. Sementara itu, pengguna Linux rata-rata harus menunggu sekitar 36 hari.

Jadi, apakah Linux dan MacOS tidak aman? Tidak demikian. Penyebaran pada kedua sistem operasi ini terlalu sedikit sehingga hacker tidak tertarik. Secara sinis bahkan ada yang mengatakan bahwa keduanya aman karena tidak dilirik hacker.

Vista mampu menahan serangan virus dan worm lebih baik daripada XP. Dalam Vista, IE berfungsi dengan hak-hak terbatas. Namun, bila kode jahat berhasil melewati browser dan masuk ke dalam sistem, Vista tidak dapat berbuat banyak. Vista hanya dapat menolak atau memberikan izin—sesudah memberi izin, Vista akan lepas tangan.

Kesimpulan mengenai keamanan web, Windows XP tidak aman karena paling banyak digunakan—ia mendapat 2 poin. Vista lebih unggul dengan perolehan 4 poin karena pengelolaan hak yang lebih baik merupakan halangan bagi masuknya kode jahat. Ubuntu-Linux dan MacOS tidak mendapat pengurangan poin meskipun waktu tunggu untuk update-nya lebih lama.

Vista Mampu Memproteksi Data
Firewall atau port tidak menarik bagi pencuri notebook. Sistem operasi harus memiliki cara lain untuk mencegah mereka membaca data pemilik. Proteksi password tidak banyak gunanya. Mau bukti? Pada Windows dan Ubuntu, cukup sebuah CD darurat untuk membobol proteksi password. Boot dengan VistaPE atau Knoppix dan data pada hard disk pun dapat dibaca. Anda bahkan dapat membuat password baru dan mendapat akses penuh ke sistem. Sangat mudah, bahkan tidak dapat disebut cracking.

Pengguna Apple juga jangan bersorak dan merasa menang. Pada MacOS, cara menyusupnya bahkan sudah disediakan. Tekan saja kombinasi tombol [Apple]+[S] saat boot—data bebas diakses oleh setiap
orang.

Proteksi data harus lebih dalam.  Info sensitif seperti presentasi perusahaan, pembukuan, atau surat cinta harus dienkripsi. Ini harus dapat dilakukan oleh sistem dengan mudah.

Enkripsi data. Keempat peserta memiliki sistem enkripsi folder yang mudah dioperasikan. Dalam MacOS, FileVault menyelesaikan tugas ini. Linux menggunakan TrueCrypt dan Windows XP/Vista dengan
sistem file EFS (Encrypted File System) – versi XP Home tidak menyediakannya. Pengguna Linux dan Windows hanya perlu menetapkan folder mana yang perlu dienkripsi. Poin tambahan didapat MacOS. Setelah FileVault diaktifkan, secara otomatis ia akan mengenkripsi folder My-Documents. Namun, proteksi terbaik justru ditawarkan oleh Vista. Hanya dengan Vista seluruh hard disk dapat dienkripsi dengan beberapa kali mengklik. Sebagai catatan, algoritma yang digunakan pada semua sistem operasi sangat aman. Belum ada yang terpecahkan.

Backup. Hampir tak ada pengguna yang gemar mem-backup. Bila hard disk rusak, kehilangan besar sering terjadi. Karena itu, tuntutan kami kepada sistem adalah adanya backup tanpa perlu memikirkannya. MacOS 10.5 memenuhi tuntutan ini. Bila Anda menutup sebuah hard disk eksternal, sistem akan menanyakan apakah ia perlu menggunakan layanan backup Time Machine atau tidak. Bila dijawab ya, semua file akan langsung di-backup. Bila kemudian dibutuhkan file versi lama, pengguna dapat membalik-balik di antara semua kondisi yang telah disimpan. Masalahnya, Anda tidak boleh lupa untuk menghubungkan hard disk eksternal.

Dalam XP, proteksi dilakukan dalam dua tahap. Dalam tahap pertama, program backup melakukan backup secara menyeluruh. Berkat adanya wizard, langkah ini tidak menjadi masalah. Tahap kedua adalah mem-backup kondisi sistem —dikenal sebagai System Restore. Setiap kali instalasi software/driver selesai, ia akan membuat sebuah restore-point. Anda dapat kembali ke point tersebut setiap saat. Bila misalnya sebuah driver mengganggu sistem saat boot, dengan satu kombinasi tombol Anda dapat kembali ke konfigurasi lama.

Dalam Vista tersedia pilihan ketiga. Bila sebuah file berubah, secara otomatis Vista akan membuat sebuah salinan bayangan. Dengan demikian, data yang terhapus dapat dikembalikan melalui klik kanan. Masalahnya, hanya Vista versi Business, Enterprise, dan Ultimate yang memiliki akses ke fungsi ini. Kami tidak puas. Pengguna versi Home juga berhak atas keamanan data. Jadi, poin dikurangi!

Pengguna Ubuntu-Linux paling buruk dalam tes ini. Melalui Packet-Manager, sangat banyak tools backup gratis yang ditawarkan kepada pengguna. Terlalu banyak dan terlalu tidak jelas—seharusnya lebih teratur. Poin dikurangi!

Kesimpulannya, dalam hal backup, MacOS patut menjadi standar. Dapat dikatakan bahwa Time Machine sangat menyenangkan untuk digunakan

MacOS Membuatnya Serba Mudah
Desain harus elegan, tidak ketinggalan zaman dan terutama memberi akses yang mudah ke berbagai fungsi. Windows, Linux, dan MacOS harus membuktikan sebaik apa ia berpihak kepada pengguna dalam tugas sehari-hari.

Pencarian file. Di mana dokumen penting itu? Dalam Windows XP, Anda dapat memilih untuk mengklik sekian kali dalam struktur folder atau menjalankan proses pencarian otomatis yang lama. Hanya di bidang ini XP tampil tidak mengesankan. Sebaliknya, sejak tahun 2005 Apple telah menggunakan pencarian pintar bernama Spotlight yang ditiru oleh Linux dan Vista dengan sukses. Pencarian secepat kilat melalui index hanya dapat dilakukan XP dengan tools tambahan. Nilai minus lainnya untuk XP.

Instalasi software. Perbedaan besar ada pada pengelolaan program. Bila pengguna Windows membeli atau men-download setiap aplikasi, pengguna Ubuntu memakai Pa
cket-Manager untuk mengakses sebuah daftar di web yang berisi program aktual. Semuanya gratis dan dapat langsung diinstalasi. MacOS dan Windows dapat belajar dari sini.
Meskipun XP dan Vista tidak memiliki kenyamanan seperti Packet-Manager, keduanya masih lebih mudah dibandingkan Apple. Dalam Windows, entri-entri langsung dimasukkan ke dalam menu Start dan rutin uninstall disiapkan. Pengguna Apple harus melakukan sendiri berbagai hal. Kebanyakan program tersedia dalam paket-paket serupa ZIP yang harus diekstraksi dan dicantumkan ke dalam menu. Namun, instalasi seperti itu memiliki kelebihan. Jika Anda ingin menyingkirkan sebuah program, tidak dibutuhkan uninstaller dan tidak akan ada sisa program dalam database registry. Hapus saja program dari folder. Selesai.

File-Manager. Nama file saja tidak cukup untuk mengenali apa yang ada di dalamnya. Sekarang ini, preview isi file sudah merupakan standar—tidak hanya untuk gambar. Buruk bagi XP. Ia memang mengenal tampilan miniatur, tetapi hanya dapat menampilkan beberapa format gambar dan video. Vista, MacOS 10.5, dan Ubuntu terbaru selangkah lebih maju. Hampir setiap tipe file dapat ditampilkan sebagai preview. Bila diinginkan, MacOS dapat menampilkan preview dalam iTunes-look dengan Cover Flow—sejenis bioskop kecil yang sangat cepat. Tidak ada yang dapat menandingi Apple dalam hal ini. Dalam bidang ini MacOS memimpin.

Linux Lumpuh pada Driver
Apa gunanya sistem yang bagus tanpa dukungan software dan hardware? Programprogram murah dan driver yang matang akan menjadikan PC sebagai mesin kerja dan hiburan yang sempurna. Dalam kategori ini, XP berada di depan. Hampir tidak ada program komersial yang tidak berfungsi pada XP. Vista berusaha berbuat sama. Sayangnya, sampai sekarang masih belum banyak aplikasi dan driver  yang matang untuk Windows terbaru ini. Di dunia freeware/open-source, sangat banyak pemrogram yang giat melengkapi Linux dengan berbagai aplikasi dan driver agar dapat bersaing dengan program komersial. Faktanya, di Sourceforge saja tersimpan 32.000 proyek Linux, 11.000 tools untuk XP, dan hanya 5.000 untuk MacOS 10.

Pengguna Apple memrogram lebih sedikit dan lebih suka menggunakan software komersial. Mereka menganut satu filosofi yang sama: tak apa mengeluarkan uang lebih banyak, asalkan semuanya dapat berfungsi tanpa masalah. Filosofi tersebut membatasi kebebasan untuk menguji berbagai program akibat tidak tersedianya cukup banyak pilihan.

Dalam hal pencarian hardware, pengguna Mac juga sering menghadapi masalah. Hanya perangkat yang secara khusus ditandai sebagai Apple-compatible yang dapat berfungsi di bawah MacOS—tanpa masalah driver. Perang Windows melawan hardware yang tidak kompatibel berbeda. Menurut Microsoft, XP memiliki 10.000 driver, Vista bahkan dua kali lebih banyak. Bila driver yang diinginkan belum terinstalasi, pengguna dapat menginstalasinya kemudian. Hanya sedikit perangkat periferal yang tidak didukung XP.

Pada Vista, Plug & Play tidak selalu berfungsi dan sering membuat frustrasi pengguna pindahan baru. Hardware tua seperti graphic card dan sound card tidak dikenali sehingga memaksa pengguna membeli hardware baru atau kembali ke XP. Pengurangan poin bagi Vista.

Bagaimana dengan Linux? Komunitas open-source memang menyediakan banyak driver di Internet, tetapi tidak menyeluruh. Bila ingin menggunakan notebook dalam WLAN, biasanya dibutuhkan tool NDIS-wrapper yang mengakses Windows-driver. Ujung-ujungnya, kembali sebuah poin tambahan untuk XP.

Ini adalah akhir penyelidikan. Semua fakta sudah terungkap. Terserah Anda mau pilih yang mana.

Cheap $1 Webhosting by WebhostingWorld.Net
Share and Enjoy:
  • email
  • Print
  • PDF
  • Facebook
  • Twitter
  • Mixx
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Google Bookmarks
  • Blogplay
  • Live
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • DZone
  • IndianPad
  • Internetmedia
  • Netvouz
  • NewsVine
  • ThisNext
  • Upnews
  • Yigg

Baca Juga :

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

wordpress seo